Mengapa Perut Keroncongan? Penjelasan dari Perspektif Fisiologi Tubuh

Lagi enak-enak ngerjain tugas atau sedang ngobrol asyik dengan teman, tiba-tiba perut kamu keroncongan. Banyak yang merasa risih dan tidak nyaman saat perut keroncongan, apalagi kalau lagi di tempat umum. Tapi, tahukah kamu kenapa perut bisa keroncongan?

Definisi Perut Keroncongan

Jadi begini, perut keroncongan terjadi ketika makanan yang masuk ke dalam lambung sudah habis dicerna dan dilepaskan ke usus kecil. Nah, pada saat itulah otot-otot lambung mulai berkontraksi atau bergerak-gerak dengan hebat. Ini adalah proses yang disebut sebagai proses pengosongan lambung atau gastric emptying.

Faktor Penyebab Perut Keroncongan

Proses pengosongan lambung terjadi secara berulang kali, tergantung pada seberapa banyak makanan yang dikonsumsi dan kebutuhan tubuh untuk mendapatkan energi. Saat tubuh membutuhkan lebih banyak energi, otot-otot lambung akan berkontraksi lebih sering dan menyebabkan perut keroncongan.

Selain itu, perut juga dapat keroncongan karena beberapa faktor lainnya. Salah satunya adalah karena adanya sinyal dari sistem saraf. Saat perut kosong, sistem saraf yang dikenal sebagai sistem saraf otonom akan memberikan sinyal ke otak bahwa tubuh membutuhkan asupan makanan. Sinyal tersebut membuat kita merasa lapar dan perut pun keroncongan.

Proses Fisiologi Tubuh saat Terjadinya Perut Keroncongan

Tapi, kenapa kita merasa keroncongan saat perut kosong? Ini dikarenakan adanya hormon yang disebut ghrelin yang diproduksi oleh lambung ketika perut kosong. Hormon ini berperan penting dalam mengatur rasa lapar dan mengirim sinyal ke otak bahwa tubuh membutuhkan makanan. Jadi, semakin tinggi kadar ghrelin dalam tubuh, semakin sering pula kita merasa lapar dan perut keroncongan.

Selain itu, perut keroncongan juga bisa disebabkan oleh stres atau kecemasan. Saat kita mengalami stres atau kecemasan, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol yang mempengaruhi aktivitas lambung dan usus. Kondisi ini dapat mengganggu proses pencernaan makanan dan menyebabkan perut keroncongan.

Namun, terkadang perut keroncongan bukanlah tanda lapar atau kebutuhan tubuh untuk makan. Bisa jadi, perut keroncongan disebabkan oleh intoleransi makanan atau alergi makanan. Intoleransi makanan terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna suatu jenis makanan dengan baik, sehingga menyebabkan gejala seperti keroncongan, kembung, dan sakit perut. Sementara itu, alergi makanan terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap suatu jenis makanan dan menghasilkan zat histamin yang menyebabkan perut keroncongan, mual, dan muntah.

Cara Mengatasi Perut Keroncongan

Jadi, bagaimana cara mengatasi perut keroncongan? Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi. Serat tinggi dapat membantu melambatkan proses pengosongan lambung sehingga perut terasa kenyang lebih lama. Selain itu, konsumsi air juga penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu melancarkan proses pencernaan.

Namun, penting juga untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang terlalu pedas atau berlemak tinggi, karena dapat memperburuk kondisi perut keroncongan. Jika merasa keroncongan saat lapar, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang rendah gula dan lemak, namun mengandung protein dan serat tinggi, seperti kacang-kacangan, yoghurt, atau buah-buahan.

Selain itu, cobalah untuk mengurangi stres dan kecemasan. Berolahraga secara teratur, meditasi, atau melakukan aktivitas yang menenangkan pikiran dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi perut keroncongan.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Intoleransi makanan atau alergi makanan juga dapat diatasi dengan menghindari jenis makanan yang menyebabkan gejala keroncongan. Jika merasa memiliki intoleransi makanan atau alergi makanan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dalam beberapa kasus, perut keroncongan yang terjadi secara terus-menerus atau disertai dengan gejala lain seperti mual, muntah, atau diare, dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Jika merasa khawatir, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Jadi, perut keroncongan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan jika terjadi sesekali. Namun, perlu diingat bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kebutuhan tubuh untuk makan, stres, intoleransi makanan, atau alergi makanan. Dengan menjaga pola makan yang sehat dan mengurangi stres, kita dapat mengurangi risiko terjadinya perut keroncongan. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi dengan dokter jika merasa khawatir atau gejala perut keroncongan terjadi secara terus-menerus.


Post a Comment